Sejarah Ka’bah Kiblat Umat Muslim Dunia

khazanahmuslim-Sejarah Ka’bah Kiblat Umat Muslim-1

Ka’bah yang menjadi kiblat umat Islam untuk menunaikan ibadah Shalat, awalnya hanyalah sebuah hamparan kosong yang ada hanya pasir di tengah terik matahari yang menyengat. Mekkah pertamakali diubah oleh aliran Zamzamlah menjadi sebuah komunitas kecil tempat dimulainya peradaban baru dunia Islam. Ismail, putra Nabi Muhammad dan Siti Hajar dengan kaki mungilnya pertama kali menyentuh sumber mata air zamzam. Melalui penemuan mata air abadi ini, Siti Hajar dan Ismail yang kala itu ditinggal oleh Ibrahim Ke Kanaan di tengah padang kemudian kedatangan banyak musafir. Diantara musafir tersebut ada yang menetap dan ada juga yang hanya singgah.

Ka’bah pertama kali dibangun oleh Nabi Adam namun Ka’bah tersebut hancur akibat banjir bandang pada Zaman Nabi Nuh. Sampai Ibrahim datang dan kemudian mendapat wahyu untuk mendirikan Ka’bah di kota kecil tersebut. Ka’bah yang didirikan Nabi Ibrahim letaknya sama dengan yang didirikan Nabi Adam. Ibrahim bersama putranya Ismail membangun Ka’bah dari bebatuan yang berasal dari Bukit Hira, Qubays, dan tempat-tempat lainnya.

khazanahmuslim-Sejarah Ka’bah Kiblat Umat Muslim-2

Terdapat celah di salah satu sisi bangunan Ka’bah yang diisi oleh batu hitam besar yang dikenal dengan nama Hajar Azwad. Batu Hajar Aswad ini tersimpan di Bukit Qubays saat banjir besar melanda pada masa Nabi Nuh. Batu ini sangat istimewa karena diberikan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Hingga kini seluruh umat Islam dunia yang menjalani ibadah haji mencium batu ini sebagaimana hal tersebut dicontohkan oleh Rasulullah.

khazanahmuslim-Sejarah Ka’bah Kiblat Umat Muslim-3

Pada masa Nabi Muhammad SAW, awalnya Shalat menghadap ke Baitil Maqdis selama enam atau tujuh belas bulan, kemudian Rasulullah memohon kepada Allah untuk dapat menghadap ke Ka’bah.

Dan kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat, maka ke manapun kamu menghadap disitulah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:115)

Dan bagi tiap-tiap ummat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2:148)

Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke Masjidil Haram; Sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang haq dari Tuhan-mu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah atas apa yang kamu kerjakan. (QS. 2:149)

Kalau ditinjau dari Hadits dan ayat-ayat tersebut di atas maka menghadap ke Ka’bah itu adalah ketetapan Allah setelah Rasulullah memintanya bagi beliau dan umatnya. Menghadap Ka’bah bukan berarti kita menyembah Ka’bah, tetapi merupakan simbol yang ditetapkan Allah bagi kiblat orang-orang Islam. Hal ini untuk membedakan kiblat umat Muhammad dengan kiblat umat lain.

Namun seandainya kita berada di suatu tempat dan tidak mengetahui arah Ka’bah maka menghadap kemanapun sah shalatnya karena dimana saja disitu ada Wajah Allah. Menghadap ke Ka’bah adalah simbol persatuan, dan untuk memudahkan kalau kita shalat khususnya shalat berjama’ah.

Dibaca 61 kali

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>