Kisah Rabi’ah al-Adawiyah

khazanahmuslim
Rabi’ah al-Adawiyah merupakan seorang sufi perempuan pertama. Ia lahir di Bashrah di Desa Adawiyah tahun 966 H dan wafat 185 H/801 M yang utmbuh dan besar dalam lingkungan keluarga miskin yang bernuansa sufistik.  Rabi’ah al Adawiyah telah menjadi yatim piatu sejak usia remaja. Saat muda Ia harus bekerja keras untuk menghidupi kakak-kakaknya dan mengadu nasib ke Kota Bashrah lalu terbuang ke Metropolitan Baghdad menjadi korban human trafficking hungga menjadi amat (hamba sahay perempuan). Ia menjadi barang yang berpindah dari juragan satu ke juragan yang lain hingga menjadi penari dan penari istana. Sebagai harim di Istana, Ia pun menjalani kehidupan yang glamor dan hedonis.
khazanahmuslim
Rabi’ah al-adawiyah akhirnya menghirup udara bebas dari belenggu perbudakan ketika usianya tak lagi muda lalu Ia pun menjalani kehidupan tasawuf hingga menjadi sufi ternama. Pengalaman tasawufnya dibangun atas tiga pilar yaitu zuhud, khauf, dan mahabbah yang sangat memutar kehidupannya, dari hedonis menjadi zuhud, meninggalkan kemewahan dan mengisi perasannya denga khauf, dan cemas jika cintanya kepada Allah bertepuk sebelah tangan dengan mahabbatullah. Cintanya kepada Allah SWT yang berlebihan dan menimbulkan kontroversi. Kontroversi tersebut menjadi lima pandangan ketsawufan Rabi’ah yaitu pertama, personifikasi Allah sebagai laki-laki ideal, memandang dirinya kekasih Allah sehingga tidak menerima cinta dari siapapun. Kedua, tidak mengharap surga dan tidak memohon dijauhkan dari neraka.
Dalam munajatnya Rabi’ah berkata “Tuhan, jika Engkau masukkan Aku ke neraka , Aku tidak akan menolaknya asal bersama-Mu. Jika Engkau masukkan aku ke dalam surga, tidak akan menjadikan aku bahagia tanpa diri-Mu. Yang kuharapkan bukan surga-Mu, bukan pula dijauhkan dari neraka-Mu. Yang kuharapkan hanyalah cinta-Mu, wahai pemilik surga dan neraka. Keempat, tidak ada tempat di hati Rabi’ah untuk mencintai siapapun termasuk Rasulullah SAW. Terakhir, hati Rabi’ah tidak tergerak untuk membenci syaitan dan memusuhinya. Hati Rabi’ah hanya dipenuhi Allah yang diyakini sebagai kekasihnya.

Dibaca 582 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>