Tentang Zakat

 
Zakat secara bahasa berarti suci, bersih, tumbuh, dan berkembang. Mengeluarkan harta berarti mensucikan harta kita dari hak fakir miskin, sekaligus mengembangkan asset kekayaan agar berkembang serta menjadi berkah dan mendapat ridha Allah Swt.
Al-Mawardi dalam kitab Al-Hawi mendefinisikan zakat sebagai pengambilan harta tertentu dari jenis harta tertentu dari milik muslim atau muslimah menurut sifat tertentu untuk diberikan kepada al-mustahiq (golongan masyarakat tertentu yang berhak menerima zakat).
Zakat menurut jumhurulama adalah kewajiban setiap muslim baik laki-laki atau perempuan, bahkan anak-anak berkenaan dengan jenis harta tertentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku kemudian diberikan kepada al-mustahiq
Zakat merupakan rukun Islam yang menjadi pilar utama tegaknya keadilan sosial dalam Islam. Secara fungsional zakat adalah ibadah bersifat sosial kemasyarakatan sedangkan empat rukun Islam lainnya lebih berat bobot individualitasnya.
Saat menjelang berakhirnya bulan ramadhan zakat yang dikeluarkan oleh kaum muslim adalah zakat fitrah yang diberikan kepada al-mustahiq di hari raya idul fitri. Waktu pengeluaran zakat sebaiknya maksimal 2 hari sebelum idul fittri atau bisa dipercepat pada awal bulan ramadhan.
“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (QS. Al-Bayinah: 5)”
Mudah-mudahan thread ini bisa mengisi waktu sekaligus menambah informasi kamu menunggu waktu berbuka puasa.

Dibaca 475 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>