Tak Bisa Menahan Emosi Bisa Menyebabkan Kehinaan

Tak Bisa Menahan Emosi Bisa Menyebabkan Kehinaan

Dunia dakwah sepertinya tercoreng dengan beredarnya video Ustadz Mohammad Hariri Abdul Aziz terhadap seorang operator sound system bernama Entis. Video yang beredar terlihat penceramah muda ini mengunci kepala Entis menggunakan lututnya saat sedang mengisi tausiah di Bandung.

Menuruti emosi bukanlah sifat Rasulullah

Apapun alasannya, memarahi seseorang dan melakukan kekerasan fisik di depan umum oleh seorang pendakwah sama sekali tidak dapat dibenarkan.banyak pihak yang menyayangkan aksi Ustadz Hariri ini yang dikhawatirkan bisa menghilangkan kepercayaan umat kepada penceramah.

Sudahlah, kita sama sekali tidak berhak menyudutkan seseorang, namun ada pelajaran yang bisa kita ambil dari kasus ini yaitu tentang pengendalian emosi. Menuruti emosi dengan marah-marah bisa menyebabkan kehinaan karena seseorang yang emosi tidaklah menghargai akal sehat dan pikiran normalnya bahkan sampai berbuat zalim terhadap orang lain.

Nabi Muhammad SAW pernah memberi nasihat kepada seseorang yang meminta nasihat pendek yang mudah diingat padanya, “Jangan kamu marah.” Orang itu mengulangi permintaannya sampai tiga kali, dan beliau hanya memberikan nasihatnya, “Jangan kamu marah”. (HR. Al-Bukhari dan selainnya).

Rasulullah memberikan motivasi agar tidak menuruti emosi dan amarah dengan janji balasan yang sangat menggiurkan,

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللَّهُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ مَا شَاءَ

“Barangsiapa yang menahan marah padahal ia mampu melampiaskannya, Allah akan memanggilnya di hadapan semua makluk pada hari kiamat sampai Allah menyuruhnya memilih bidadari sesuai yang ia inginkan.” (HR. Abu Dawud dan dihassankan Syaikh Al-Albani).

Rasulullah memberi kita contoh tauladannya yang sangat mulia yakni saat disakiti dan diperlakukan kurang sopan.  Dalam praktek nyata, Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan teladan mulia, yakni saat disakiti dan diperlakukan kurang sopan.

Pada suatu hari, saat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membagikan ghanimah kepada kaum muslimin, tiba-tiba datang seorang badui yang membuat kacau majelis. Ia berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Beri tambah aku wahai Muhammad, harta ini bukan hartamu, bukan pula harta bapakmu.”

Mendapat perlakuan yang tak sopan lagi kasar seperti itu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak marah kepada si badui. Tidak pula beliau perintahkan sahabatnya untuk mengusirnya, menangkapnya, atau memenjarakannya. Padahal beliau saat itu sebagai pemimpin tertinggi kaum muslimin.

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menunjukkan akhlak mulianya dan kelembutan hatinya. Beliau hanya tersenyum lalu menjawab, “Kamu benar, ini adalah harta Allah.” Para sahabat nabi pun murka, bahkan Umar berdiri dan ingin memenggal kepala Badui, namun Rasulullah berkata “Wahai Umar, biarkan dia, sesungguhnya pemilik hak berhak berbicara.”

Allah SWT telah memilih manusia terbaik sebagai utusan-Nya serta suri tauladan bagi kita semua, Subhanallah.

 Semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua agar senantiasa bisa mengendalikan emosi dimanapun dalam keadaan apapun.

Sumber: voa-islam

Dibaca 503 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>