Muslim Uighur di Cina Dipaksa Makan Selama Ramadan

khazanahmuslim-Muslim Uighur di Cina Dipaksa Makan Selama Ramadan

Muslim Uighur di Cina menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan dengan tidak tenang. Menurut juru bicara World Uighur Congress, Dilxadi Rexiti, para pejabat pemerintah berulang kali masuk ke rumah-rumah warga Uighur untuk memaksa mereka makan dan minum pada siang hari di bulan Ramadan.

Laporan lain oleh Uighur American Association (UAA) yang dilansir tempo Rabu kemarin (17/7/2013) menyatakan pemilik restoran di Hotan wajib buka selama Ramadan. “Bahkan jika ditutup karena sedang melakukan perbaikan, justru mereka didenda.”

Karama Daily juga melaporkan bahwa akses kaum Muslim masuk ke masjid dibatasi. Bahkan pengajian sepenuhnya dilarang dan tempat-tempat ibadah diawasi dengan ketat terutama di Kota Karamay. Pegawai pemerintah, dosen dan mahasiswa akan didenda jika mereka berpuasa. Laporan tahunan USCIRF menunjukkan, banyak Muslim Uighur yang dipenjara akibat terlibat dalam kegiatan keagamaan.

Pengamat Cina di Singapura memperingatkan situasi di Xinjiang lebih dari masalah keamanan lokal. “Cina perlu mengelola minoritas dengan lebih baik,” kata Ronan Gunaratna, kepala Pusat Internasional untuk Penelitian Kekerasan Politik dan Terorisme Singapura.

Pengawasan ketat Cina atas Uighur, kata ahli lain, hanya akan membawa Cina memasuki “lingkaran setan” yang hanya menciptakan lebih banyak kebencian. Langkah-langkah ini benar-benar mengancam gejolak  yang berpotensi pecah sewaktu-waktu baik di tingkat regional, atau bahkan nasional.

“Cina bisa meledak di mana saja, tapi Xinjiang berada di barisan depan,”  kata Kerry Brown, direktur Pusat Studi Cina di Universitas Sydney.

Etnis Uighur adalah minoritas berbahasa Turki dengan delapan juta warga di wilayah Xinjiang barat laut. Xinjiang, kerap disebut Turkestan Timur, menjadi otonom sejak tahun 1955, namun terus menjadi subyek tindakan keras aparat keamanan Cina.

Kelompok-kelompok HAM menuduh pihak berwenang Cina bersikap represif terhadap Muslim Uighur di Xinjiang atas nama mencegahan terorisme. Muslim menuduh pemerintah berusaha memberangus jutaan etnis Han di wilayah mereka dengan tujuan akhir melenyapkan identitas dan budaya.

Dibaca 537 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>