Kapan Salat Boleh Dijama’?


Jika kita dalam keadaan tertentu, kadang kita merasa bingung apabila telah melewatkan waktu salat, alasan apa dan kapan salat boleh dijama’? berikut panduannya:
  1. Menjamak salat diperbolehkan ketika kita sedang melakukan perjalanan. Diriwayatkan menunda salat di Tabuk pada suatu hari, kemudian beliau keluar dan mengerjakan salat dzuhur dan Asar secara jamak, beliau keluar lagi, kemudian mengerjakan salat magrib dan isya ketika tiba di Tabuk seusai perang(HR. Muttafaqun ‘alaih).
  2. Menjama’ salat wajib ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang. Dalam sebuah riwayat hadis disebutkan bahawa “Rasulullah SAW menjamak salat magrib dan Isya ketika hujan turun deras pada malam itu (HR. Bukhari).
  3.  Salat diperbolehkan bagi seseorang yang sedang menderita sakit keras atau parah.
Semoga bermanfaat.

Dibaca 463 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page
Tags:  ,

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>