Ibadah

Setiap hari kita rutin melaksanakan ibadah baik yang sunah maupun wajib, namun terkadang kita kurang begitu mengerti secara dalam tentang yang dimaksud dengan Ibadah. berikut sedikit penjelasan mengenai ibadah
Ibadah dapat dijelaskan dari beberapa segi, dari segi kebahasaan, ibadah secara umum dan ibadah secara khusus. Secara bahasa, ibadah berasal dari bahasa Arab ’al-ibâdah berarti al-tadzalul, merendahkan diri dan mengabdi. Dalam pandangan Islam, ibadah hanya pantas dilakukan manusia kepada Allah, Al-Khaliq, Rabb al-’Alamin (Yang Menciptakan dan Memelihara Alam Semesta).
Secara umum ibadah adalah segala perbuatan yang dilakukan seorang Muslim sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah guna mendapatkan keridhaan-Nya. Ibadah umum disebut ibadah ghayr mahdhah, yaitu totalitas gerak, usaha dan karya dalam hidup ini yang melahirkan amal saleh, yaitu: gerak, usaha dan karya yang dilakukan dengan ikhlas; dengan cerdas, yakni dengan konsep, ilmu dan pemikiran; dengan keras, yakni dengan niat, motif dan sungguh-sungguh; dengan tuntas, yakni tidak setengah hati; dan dengan berkualitas. Semuanya merupakan pengabdian kepada Allah. Menurut Hasan al-Banna, “Hidup kita seluruhnya adalah ibadah dan perjuangan”.
Ibadah khusus disebut ibadah mahdhah yang memiliki sifat dan karakteristik khusus. Tata cara atau kayfiyat, waktu pelaksanaan ibadah, jumlah atau frekuensi pelaksanaan ibadah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Seorang Muslim dalam menyikapi ibadah mahdhah hendaklah bersikap menerima, mematuhi, dan melaksanakan ibadah mahdhah dengan istiqamah, serta penuh keikhasan lahir batin. Sikap ini dilukiskan Al-Qur`an dengan ungkapan: “sami’nawaatha’na” (kami mendengar dan kami mematuhi) (QS. al-Baqarah/2: 285). Prinsip dalam ibadah mahdhah adalah semua tindakan diharamkan kecuali yang dibolehkan oleh Allah.
Dalam ibadah mahdhah, akal diperlukan untuk mengetahui, memahami, dan mengerti secara mendalam tentang penting dan perlunya ibadah mahdhah dilakukan dengan istiqamah dan ikhlas. Akal diperlukan untuk menopang prinsip ilmu amaliah, amal ilmiah. Akal juga diperlukan agar manusia bisa mencari penjelasan ilmiah tentang tata cara, jumlah dan waktu ibadah mahdhah yang tidak masuk akal, tetapi tetap dengan sikap menerima, mematuhi dan melaksanakan ibadah mahdhah dengan sebaik mungkin.

Dibaca 537 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>