Gus Dur dan Gagasan Pribumisasi Islam (Refleksi 3 Tahun Wafatnya KH. Abdurrahman Wahid)

KH. Abdurrahman Wahid yang wafat pada 30 Desember 2009 silam membuat Bangsa Indonesia merasa kehilangan figur pembaruan atau tokoh reformis Islam yang mempunyai konsepsi tentang Islam yang berdasarkan pada nilai budaya lokal Indonesia. Walau beliau menghabiskan masa pendidikannya di Mesir, Baghdad, Belanda, Jerman, dan Prancis namun tidak mempenagruhi semua ide-idenya. Beliau dengan bangga mengeksplorasi gagasan pemikirannya berdasarkan pendekatan kultural bahkan lebih fenomenal lagi disebut “pribumisasi Islam”.

Menurut beliau untuk mengaktualisasi gagasan tersebut, Islam dimaknai sebagai agama tak terbatas pada penafsiran secara tekstual. Beliau juga dikenal dalam perjuangannya pada kaum minoritas, beliau kerap merayakan tentang pentingnya keberagaman, dialog antar agama, dan budaya menghormati eksistensi kelompok minoritas.
Ketika beliau menjabat sebagai Presiden RI ke-4, Gus Dur dengan tegas mencabut Inpres No. 14 Tahun 1967 yang membelenggu kebebasan kalangan etnis Tionghoa dalam berdagang maupun ritual keagamaan. Lalu beliau mengeluarkan  PP. No. 6 Tahun 2000yang menghapus segala bentuk diskriminasi masyarakat Tionghoa. Menjadikan tahun baru imlek sebagai hari libur nasional merupakan wujud keberpihakan Gus Dur terhadap eksistensi kaum minoritas.
Walaupun Gus Dur telah tiada, tetapi semangatnya tetap akan menginspirasi siapapun krena gagasan dan pemikirannya telah menjadi payung bersama semua kalangan agama, suku, golongan, dan etnis.

Dibaca 263 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>