Empat kewajiban Orang Tua

Anak merupakan anugerah setiap orang tua di dunia ini, untuk membuktikan diri sebagai orang tua yang bersyukur atas anugerah-Nya yang dijaga sebagai amanah dari Allah SWT. Ada 4 hal yang wajib diperhatikan orang tua untuk anaknya.
Pertama, mendidik anak dengan memberikan bimbingan akhlak yang mulia sehingga anak akan mengerti mana yang baik dan buruk. Dalam prosesnya orang tua tidak hanya memberikan arahan tetapi juga harus mengikuti setiap perkembangan anaknya, seperti sabda Rasulullah “Bergaulah dengan anak-anakmu dan bimbinglah kepada akhlak yang mulia” (HR. Muslim).
Kedua, memberi nafkah yang halal dan baik bagi anaknya sebagai tanggung jawab orang tua yang sangat penting. Jika terjadi perceraian diantara orang tua maka tanggung jawab ayah dalam menafkahi anaknya. Nabi Muhammad bersabda “Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barangsiapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza Wa Jalla” (HR. Ahmad).

Ketiga, berlaku adil terhadap setiap anak-anaknya dengan memberi perlakuan yang sama kepada mereka. Perlakuan orang tua terhadap anak yang tidak adil dapat menimbulkan kekecewaan pada anak dan akan menjadi dampak tersebut jika sang anak kelak mempunyai anak. Rasulullah SAW bersabda: “Persamakan di antara anak-anakmu dalam pemberian, dan seandainya aku boleh memberikan kelebihan kepada salah satu di antara mereka, pasti akan aku berikan kepada anak perempuan” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Keempat, memberikan kasih sayang kepada anak seperti yang ditunjukkan Rasulullah pada sahabat dan kita semua bahwa beliau begitu sayang kepada anak-anaknya. Dalam suatu riwayat disebutkan: Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW mencium (menyayangi) Hasan dan Husain (cucu-cucu Nabi SAW), sedang saat itu ada Aqra bin Habis Al-Tamimi yang berkata: ‘Aku punya sepuluh anak, tak seorang pun di antara mereka yang aku cium.’ Rasulullah SAW menoleh kepadanya dan bersabda: “Siapa yang tidak mengasihi, tidak akan dikasihi” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kasih sayang terhadap anak bukan berarti dimanja hingga seorang anak tidak bisa mandiri. Dan ketika harus tegas pun tetap harus tegas yang bersifat mendidik. Anak yang sholeh sangat penting untuk terwujudnya keluarga yang bahagia dunia dan akhirat.
Semoga bermanfaat sobat muslim.

Dibaca 335 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>