Dhuafa

 
Dhu’afâ` secara bahasa berarti orang-orang lemah yang mencakup lemah fisik, intelektual, sosial, ethos dan agama. Al-Qur`an menyadarkan kaum beriman agar tidak mati dalam keadaan meninggalkan anak atau keturunan yang lemah. “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka (mati) meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar” (QS. Al-Nisâ`/4: 9).
1.     Lemah secara fisik karena gizi yang kurang baik dan tidak tecukupinya makanan dan minuman yang sehat dan halal.
2.     Kelemahan intelektual yang terletak pada kemampuan orangtua, guru, dan orang dewasa untuk mengembangkan potensi anak
3.     Lemah secara sosial dimana anak-anak keluarga miskin yang ingin maju tapi terhambat karena kemiskinannya. Tidak ada hubungannya dengan kelemahan fisik tapi lebih kepada kelemahan ekonomi.
4.     Lemah etos, semangat, tekad dan dorongan untuk berkembang dengan taraf hidup yang lebih baik. Lemah ethos merupakan buah dari kemiskinan dan budaya miskin
5.     Lemah agama, kelemahan memahami dan mengamalkan agama secara baik
Untuk itulah al-qur’an menyadarkan orang-orang beriman agar berbagi dengan kaum dhuafa apalagi di bulan ramadhan yang penuh berkah ini. Kita membantu dan berbagi dengan mereka agar mereka bisa menolong diri mereka. Membantu anak-anak dhuafa mendapat pendidikan formal yang layak dan berkualitas sekaligus memberi kesempatan mereka agar ke taraf hidup yang lebih baik
 
 

Dibaca 519 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>