Bagaimana Hukumnya jika Seorang wanita yang mengalami Keputihan Hendak Mengerjakan Shalat?

Yang perlu diketahui adalah bahwa cairan keputihan bukanlah sesuatu yang najis, ia tidak menyebabkan seorang wanita untuk mandi besar (junub), tetapi hanya dapat membatalkan wudhu. Berdasarkan penelitian ilmiah, darah putih yang keluar yang oleh karenanya dikenal dengan keputihan itu tidak keluar melalui saluran kencing, tetapi ia berasal dari rahim.

Apabila seorang wanita mengalami keputihan yang terus menerus, maka hal itu termasuk dalam hukum ma’fuw ‘anhu, artinya termaafkan, dan tidak membatalkan wudhu. Tidak membatalkan wudhu karena hal tersebut bagian dari rukhsoh (keringanan) bagi yang sakit (mengalami keputihan yang terus-menerus). Wanita yang mengalami keputihan secara terus-menerus dianjurkan untuk tidak berwudhu kecuali ketika waktu salat telah tiba. Di balik keringanan yang dianugerahkan Allah, sudah selayaknya setiap wanita yang memiliki hambatan sakit, di antaranya keputihan yang terus-menerus, untuk tetap berusaha agar penyakitnya tidak menghalanginya beribadah. Salah satunya dengan cara mengenakan pembalut untuk menahan cairan keputihan itu. Wallahu a’lam bis sawab.

Dibaca 832 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page
Tags:  ,

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>