Bagaimana hukumnya jika Kita dalam Keadaan yang Memungkinkan untuk Menjama’ Shalat tetapi Kita Tidak Menjama’nya?

Pada hakikatnya, orang yang sedang bepergian jauh memiliki dua pilihan, pertama ia dibolehkan untuk menjama’ salatnya, dan pilihan kedua, ia boleh juga tidak menjama’ salatnya dan menunaikan salat seperti biasa.

 Jadi, jika ada seseorang dalam keadaan memungkinkan untuk menjama’ salat tetapi tidak menjama’nya, maka hukumnya tidak apa-apa. Memang terdapat hadis yang menganjurkan seorang hamba untuk memanfaatkan rukhsah (keringanan) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya, termasuk menjama’ salat bagi musafir, tetapi di balik anjuran tersebut, tidak ada larangan untuk tetap menunaikan kewajiban salat fardhu seperti biasa.Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala suka jika rukhsah-Nya diambil, sebagaimana juga suka jika kewajiban-Nya dilaksanakan” (HR At-Tabrani dan Al-Bazzar).

Dibaca 371 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page
Tags:  ,

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>