Apa hukum menjama’ shalat karena kesibukan kerja?

Menjamak shalat hanya diperbolehkan kepada mereka yang memiliki uzur atau halangan untuk melakukan shalat, semisal orang yang sedang melakukan perjalanan jauh (musafir), mendapatkan kesusahan untuk pergi ke masjid karena hujan lebat, atau karena pengaruh kondisi cuaca yang sangat ekstrem, orang yang sakit keras, dan yang mengalami berbagai macam kesulitan lainnya seperti orang yang terancam jiwanya, hartanya atau kehormatannya.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Nabi Muhammad SAW menunda salat di Tabuk suatu hari, kemudian beliau keluar dan mengerjakan salat Zhuhur dan Asar secara jamak. Beliau keluar lagi, kemudian mengerjakan salat Maghrib dan Isya’ ketika di Tabuk usai perang” (HR. Muttafaqun alaihi).

Diriwayatkan juga, “Bahwa Rasullullah menjamak salat Maghrib dan Isya’ ketika hujan turun deras pada malam itu” (HR. Bukhari).

Jadi, seseorang dilarang untuk menjamak salat disebabkan karena kesibukan kerja tanpa ada alasan atau uzur yang syar’i (sebagaimana yang telah dijelaskan di atas) yang membolehkannya untuk menjamak salat. Wallahu a’lam bis sawab.

Dibaca 631 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page
Tags:  , ,

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>