Khitan Untuk Perempuan dan Pengaruhnya pada Kesehatan Wanita dalam Islam

Praktek khitan pada perempuan sebenarnya adalah tradisi lama yang sudah berkembang, bahkan sebelum Islam muncul di Jazirah Arab. Sebenarnya tradisi ini bukan tradisi Islam. Tradisi ini umum dipraktekkan oleh budaya semit (termasuk Yahudi, Islam, dan Nasrani). Praktek khitan untuk perempuan saat ini menimbulkan kontroversi.

Badan PBB, WHO secara tegas melarang praktek pemotongan organ perempuan tersebut. Sedangkan dari pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), khitan pada perempuan adalah sesuatu yang mulia atau makromah. Dibalik kontroversi tersebut, benarkah khitan pada perempuan berbahaya untuk kesehatan wanita dalam Islam?

Khitan pada perempuan sudah dipraktekkan sejak dulu dan banyak filosofi dibaliknya. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa praktek khitan pada perempuan yang dilakukan secara berlebih akan berbahaya untuk kesehatan wanita dalam Islam.

Selain menyakiti perempuan, praktek tersebut juga melukai organ seksual wanita. Padahal jika dilakukan dengan benar dan seksama, efek buruk tersebut tidak ada dan banyak manfaat yang bisa diambil. Praktik yang benar harusnya dilakukan pada wanita sebelum menstruasi pertama. Pemotongan juga tidak berlebihan, hanya sekedar penorehan pada organ vital atau membuang selaput yang menutupi klitoris.

kesehatan wanita dalam islam, khitan untuk perempuan

Dilihat dari sejarahnya, sebenarnya praktik khitan adalah filosofi dari Nabi Ibrahim AS yang membuat perjanjian suci dengan Allah SWT. Praktek khitan tidak hanya untuk laki-laki tetapi juga untuk perempuan. Khitan pada perempuan sama sekali tidak bertujuan untuk menyakiti perempuan, hanya saja pada prakteknya cenderung berlebihan dan tidak dilakukan oleh orang professional. Khitan merupakan suatu kehormatan  bagi laki-laki dan perempuan karena merupakan lambang penghormatan ikatan suci antara manusia dengan Allah SWT.

Apa manfaat khitan untuk kesehatan wanita dalam Islam? Banyak manfaatnya. Tidak hanya kesehatan wanita dalam Islam tapi juga untuk kontrol sosial. Selain untuk menjaga kehormatan perempuan, khitan diharapkan mampu untuk menjaga hasrat seksual perempuan sehingga keperawanannya terjaga hingga ia menikah kelak. Dari sisi kesehatan wanita, pemotongan selaput yang menutupi klitoris dapat menjaga agar kelentit tidak mengeluarkan smegma yang berbau busuk yang dapat memicu tumbuhnya zat kanker pada zakar lelaki atau rahim wanita.

Dibaca 548 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>