Keuntungan Dalam Ekonomi Syariah, Antara Agama Dan Bisnis

Di zaman sekarang ini, masyarakat yang semakin pintar semakin menyadari pentingnya hidup seimbang. Berbagai pola baru diterapkan, mulai dari pola makan sehat hingga pola ekonomi baru. Kebutuhan masyarakat untuk hidup seimbang antara pengaplikasian agama dalam hidup dengan kebutuhan ekonomi menghasilkan suatu sistem ekonomi baru. Mungkin kamu pernah mendengar sistem ekonomi syariah.

Yup, sistem ekonomi berbasis panduan – panduan dalam agama Islam ini sedang tren di kalangan para pengusaha. Rupanya, semakin banyak pengusaha yang menyadari bahwa kegiatan jual beli yang dilakukannya mampu berkembang bersama aturan – aturan agama. Jadi selain mendapatkan keuntungan, bisnis yang dilakoninya tidak menyimpang dari aturan agama.

Ekonomi syariah yang mulai ramai diperbincangkan beberapa tahun terakhir merupakan sistem ekonomi berbasis syariah atau hukum Islam yang mengharamkan adanya riba. Riba secara mudah disebut dengan suku bunga. Sistem ekonomi lain di dunia mengambil keuntungan dengan menggunakan sistem suku bunga. Sistem suku bunga dapat diartikan dengan sistem uang mengembangbiakkan uang. Pada penerapan sistem suku bunga, penabung tidak terlibat dalam kegiatan perputaran uang.

Penabung akan mendapatkan keuntungan sesuai yang ditetapkan oleh bank, tidak peduli apakah pendapatan bank naik atau turun. Oleh karena itu, umumnya bank akan mengambil keuntungan yang cukup besar agar pada saat apapun, entah pendapatan bank sedang naik atau turun, bank dapat tetap untung dan tetap bekerja. Sebagai contoh, jika kamu menabung di bank konvensional, maka kamu akan diberi tahu bunga tabunganmu sekian persen setahun. Kamu tidak perlu terlibat dalam kegiatan usaha bank mencari keuntungan, yang penting pada kondisi apapun bunga yang kamu peroleh tetap. Hal ini dipandang sebagai riba oleh hukum Islam dan dianggap haram.

Keuntungan Dalam Ekonomi Syariah, Antara Agama Dan Bisnis

Pada ekonomi syariah kegiatan mencari keuntungan dilakukan melalui kegiatan jual beli. Seperti yang kamu tahu, kegiatan jual beli melibatkan penjual, pembeli, dan terkadang perantara. Di sini bank dapat berperan sebagai perantara namun pembagian keuntungan tetap melibatkan penjual dan pembeli. Sistem pembagian keuntungan ekonomi syariah ditetapkan dengan sistem bagi hasil yang telah disepakati semua pihak.

Artinya, jika hasil yang diperoleh bank berbasis ekonomi syariah besar maka hasil yang dibagikan juga semakin besar, begitu pula jika hasil yang diperoleh sedikit. Di sini terlihat bahwa pada sistem ekonomi syariah terjadi keterlibatan semua pihak dalam upaya pemutaran uang.

Keuntungan dalam ekonomi syariah ditetapkan sebesar 1/3 dari biaya produksi. Namun penetapan harga fleksibel tergantung barang yang diperjual belikan. Diharapkan dengan penetapan keuntungan sebesar 1/3 biaya produksi, semua pihak akan mendapatkan keuntungan tanpa ada pihak yang dirugikan terlalu banyak. Dalam hukum Islam jika terdapat satu atau lebih pihak yang merugi karena pengambilan keuntungan yang terlalu besar oleh pihak lain maka hal ini termasuk penganiayaan dan diharamkan.

Diharapkan melalui adanya penggabungan kegiatan ekonomi dengan hukum Islam terjadi keseimbangan baik dalam pasar maupun dalam hidup. Dengan menerapkan sistem ekonomi syariah yang benar, Insya Allah hidup terasa lebih nikmat.

Dibaca 2110 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>