Ahmad Dahlan: Bapak Dakwah Kultural Indonesia

khazanahmuslim-Ahmad Dahlan-Bapak Dakwah Kultural Indonesia-1
Ahmad Dahlan yang juga sering disebut sebagai tokoh pembaruan Islam di Indonesia. Ia mengadakan perubahan pola pikir dan perilaku umat muslim Indonesia dengan mendirikan persyarikatan Muhammadiyah, organisasi dakwah Islam, pendidikan, dan pengembangan kehidupan sosial masyarakat modern pertama di Indonesia.

Ahmad Dahlan dilahirkan di Kampung Kauman, Yogyakarta pada tahun 1868 dan wafat pada 23 Februari 1923. Beliau lahir dengan nama Darwis yang merupakan anak keempat KH Abu Bakar. Lahir, tumbuh, dan besar dalam keluarga yang alim, Darwis sejak kecil belajar ilmu-ilmu keislaman dan bahasa Arab. Kemudian pada usia 20 tahun beliau dikirim ayahnya untuk menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu di Saudi Arabia. Disana beliau mempelajari ilmu aqidah, tafsir, fiqih, tasawuf, mantiq, falak, dan beberapa ilmu lainnya.

khazanahmuslim-Ahmad Dahlan-Bapak Dakwah Kultural Indonesia-1

Pada 1902 beliau kembali ke Kauman dan berganti nama menjadi Haji Ahmad Dahlan, setahun kemudian beliau kembali ke Makkah untuk memperdalam ilmu-ilmu keislamannya. Pada kesempatan kedua menuntut ilmu di Mekkah, Ahmad Dahan banyak belajar dari Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi (ulama besaryang berasal dari Bukittinggi). Selain itu Ahmad Dahlan juga mempelajari pemikiran Ibnu Taimiyah, Jamaluddin Al-Afgani, Muhammad Abduh, dan Muhammad Rasyid Ridha.

Menuntut ilmu di tanah suci membuat Ahmad Dahlan sadar bahwa banyak penyimpangan yang dilakukan oleh umat Islam di tanah airnya dan beliau berupaya untuk mengadakan perbaikan dan pembaruan umat Islam di Indonesia.

Sebelum mendirikan Muhammadiyah, Ahad Dahlan menjadi guru di sekolah negeri seperti Kweekschool (sekolah pendidikan guru) di Yogyakarta dan Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA, sekolah pendidikan untuk pegawai pribumi) di Magelang. Ahmad Dahlan juga mengajar ilmu agama di kampungnya.

Upaya perubahan perbaikan umat Islam yang beliau lakukan adalah mengubah arah kiblat pada masjid dan surau didaerahnya, berdasarkan ilmu yang diterimanya semestinya kiblat yang benar bagi masjid-masjid di Indonesia bukan lurus ke arah barat melainkan serong 15 derajat kea rah barat laut. Awalnya ijtihad ini ditentang banyak kyai senior yang merasa terusik dengan aktivitas dakwah Ahmad Dahlan yang kemudian semakin berpengaruh.

Ahmad Dahlan juga memperluas aktivitas dakwahnya sehngga tidak hanya masyarakat awam yang mengenal Islam secara benar tetapi para tokoh masyarakat dan golongan pelajar juga merasakan dakwahnya. Dahlan bergabung dengan Budi Utomo pada tahun 1909 dan Sarekat Dagang Islam pada 1911.

Bersama para murid dan sahabatnya pada 18 November 1912 KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, lalu Muhammadiyah dilegalkan dangan mengajukan permintaan Recht Persoon (badan hukum) kepada Gubernur Jenderal Belanda DA I Jakarta. Persetujuan tersebut didapat setelah 2 tahun Muhammadiyah berdiri yaitu pada tertanggal 22 Agustus 1914 seperti yang tertanda dalam surat ketetapan Gouverment Besluit. Lalu Ahmad Dahlan juga mendirikan Nasyiatul Aisyiyah yang khusus diperuntukkan bagi kaum perempuan pada 9 mei 1917, Nasyiatul Aisyiyah memiliki peran yang tidak kalah penting yaitu memajkan dan member manfaat kepada masyarakat, khusunya dalam hal pemberdayaan, peningkatan harkat dan martabat wanita Indonesia. Pada 1920 Dahlan mendirikan lembaga pendidikan modern yang bernama Oismul Araa (Kweekschool Muhammadiyah) yaitu sekolah menengah tinggi pada tahun 1923. Pada 15 februari 1923 Muhammadiyah mendirikan PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) sebuah klinik kesehatan sederhana bagi kaum dhuafa.

Hingga kini Persyarikatan Muhammadiyah memiliki banyak sekolah, perguruan tinggi, dan juga rumah sakit di berbagai pelosok tanah air.

Dibaca 483 kali

Yuk sebarkan...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>